Rabu, 18 Juli 2018

Habis Sholawatan, Ratusan Warga Nobar Final Piala Dunia di RS Siti Hajar

Rasa gembira terpancar pada ratusan warga tengah menunggu keluarga yang sakit di RSI Siti Hajar Sidoarjo Jalan Raden Patah No. 70 - 72, Bulusidokare Sidoarjo Minggu (15/7/2018).

Kenapa? Mereka mendapatkan hiburan nonton bareng (nobar) laga final Piala Dunia 2018 yang mempertemukan Kroasia Vs Prancis melalui layar vidiotron yang di gelar di halaman parkir RSI Siti Hajar Sidoarjo.

Selain keluarga pasien, acara ini juga disaksikan para kyai dan pihak management yang ngefans sepak bola dan juga masyarakat umum yang ada di sekitar rumah sakit milik warga NU Sidoarjo tersebut.

Pihak rumah sakit sengaja mengadakan nonton bareng sambil bersholawat ini agar warga maupun keluarga pasien bisa terhibur, tidak jenuh setelah beberapa hari menunggu keluarganya yang sakit dan bisa menyaksikan pertandingan meski berada di rumah sakit.

Wakil Direktur Umum RSI Siti Hajar Sidoarjo H. Muhammad Zuhdi Mansur mengatakan, selain untuk menyemarakkan pertandingan Piala Dunia 2018, pihaknya ingin mengenalkan keberadaan rumah sakit kepada masyarakat, dan tidak hanya sebagai rumah sakit melainkan juga sebagai rumah sehat.

"Kami berharap dengan adanya nobar ini bisa menghibur keluarga pasien, di tengah kesedihan karena keluarga mereka tengah dirawat. Nobar ini tidak hanya momen Piala Dunia 2018 ini saja. Melainkan saat Piala AFF U19 dan lainnya juga diadakan," katanya.

menjelaskan, pihak rumah sakit tidak membatasi untuk masyarakat umum yang ingin melihat pertandingan di layar vidiotron. "Ini semua kami adakan untuk hiburan keluarga pasien dan masyarakat umum," jelas pria yang menjago Prancis sebagai juara Piala Dunia 2018.

Meski tidak tampak adanya barisan atau blok  pendukung fanatik diantara kedua tim Kroasia dan Perancis, acara nobar ini berlansung meriah. Kala ada tim baik itu Kroasia maupun Prancis yang ada pemainnya menggiring bola sampai dekat gawang, banyak pendukungnya yang bersorak-sorak atau teriak agar bola yang ditendang masuk ke jaring gawang

Rabu, 11 Juli 2018

RSI Siti Hajar Sidoarjo Dua Kali Raih Juara NU Jatim Award

Senin, 9 Juli 2018 merupakan hari yang cukup menggembirakan bagi keluarga besar Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur. Pasalnya, setelah melalui seleksi yang ketat di ajang NU Jatim Award 2018 kategori unit usaha NU, RSI Siti Sidoarjo Hajar berhasil meraih kategori terbaik RS tipe B dan berhak menerima tropi juara.

Yang cukup membanggakan, ini adalah penghargaan yang kedua kalinya secara berturut-turut pada tahun sebelumnya, pada kategori yang sama di ajang NU Jatim Award yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

"Prestasi kali ini lebih berasa dibanding tahun lalu, karena tahun ini kita berfastabiqul khoirot dengan lebih banyak peserta dari berbagai Rumah Sakit NU Se-Jawa Timur," kata Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, H Hidayatullah, Rabu (11/7).

Menurutnya, ini semua berkat kekompakan, kerja keras, kecerdasan dan keikhlasan teman-teman civitas hospitalia RSI Siti Hajar Sidoarjo serta berkat kasih sayang dari Allah SWT. "Ini bukan semata-mata kita hebat, tapi karena Allah SWT begitu Maha Welas Asih memberi kemudahan dan keridlaan kepada kita," tutupnya.

RSI Siti Hajar Sidoarjo adalah satu-satunya rumah sakit swasta kebanggan warga NU Sidoarjo. Didirikan oleh Muslimat NU dan dikelola secara profesional oleh BPM (Badan Pelaksana Mabarot) NU Siti Hajar Sidoarjo.

Saat ini RSI Siti Hajar Sidoarjo berkembang pesat menjadi Rumah Sakit rujukan yang terpercaya di Sidoarjo. Didukung oleh tim SDM dan tenaga medis yang berpengalaman serta peralatan medis yang canggih. RSI Siti Hajar Sidoarjo menjadi kategori rumah sakit tipe B, dan juga berhasil meraih predikat Paripurna dalam Akreditasi Versi 2012 oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

RSI Siti Hajar Juara NU AWARD 2018


Gelaran NU Jatim Award 2018 telah rampung. Hal tersebut seiring dengan diumumkannya para pemenang dengan sejumlah nominasi. Diharapkan kegiatan ini akan memacu bagi para aktivis untuk kian tertib dalam berkhidmat.

Puncak penganugerahan NU Jatim Award 2018 dilaksanakan Senin (9/7) siang di aula lantai tiga Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur. Kantor yang berada di Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya tersebut terlihat tampak sesak dengan manusia dan kendaraan. Sejumlah kiai dan pengurus NU se-Jatim turut menyukseskan kegiatan yang dibarengkan dengan halal bi halal tersebut.

"Saya bersyukur respon dari cabang-cabang luar biasa," kata KH M Hasan Mutawakkil Alallah. Ketua PWNU Jatim ini menjelaskan bahwa NU Award sebagai salah satu upaya untuk menata organisasi agar lebih baik.

"Harapannya apa yang menjadi amanah Muktamar NU di Lirboyo, Kediri, 19 tahun lalu agar semua level kepengurusan NU, dari PB sampai Ranting, atau lembaga dan institusi NU bisa terwujud," ujar Kiai Mutawakkil. 

NU Jatim Award adalah ajang penghargaan bergengsi tahunan di lingkungan NU Jatim. Sebelum diumumkan, para peserta melewati sejumlah penilaian administrasi dan visitasi. Juga presentasi yang dinilai oleh sejumlah dewan juri. Dan setelah melawati penjurian, berikutnya yakni pengumuman pemenang yang dibarengkan dengan halal bi halal. 

NU Award juga jadi semacam pemompa semangat bagi seluruh kader dan aktivis NU agar mengembangkan potensi yang ada untuk kemaslahatan umat dan bangsa. "Kenapa? Karena misi mulai NU tidak akan terjadi bila organisasi atau institusinya tidak tertata rapi dan terorganisir dengan baik," kata Kiai Mutawakkil yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kraksaan, Probolinggo itu.

Berikut hasil lengkap para juara NU Jatim Award 2018

Kategori Badan Otonom Terbaik
Muslimat NU: Sidoarjo 
Fatayat NU: Kabupaten Blitar
Gerakan Pemuda Ansor: Sidoarjo 
IPNU: Lamongan 
IPPNU: Lamongan 
IPS NU Pagar Nusa: Kota Batu
ISNU: Sidoarjo 
Pergunu: Kabupaten Blitar 

Kategori Lembaga Terbaik
LPNU: Kabupaten Blitar
LFNU: Kabupaten Blitar
LAZISNU: Nganjuk
LWPNU: Sidoarjo 
LTNNU: Banyuwangi 
LPBI: Kabupaten Blitar
LKNU: Bondowoso

Kategori Unit Usaha Terbaik 
Masjid: Masjid An Nuur Kota Batu
Rumah Sakit Tipe B: RSI Siti Hajar Sidoarjo 
Rumah Sakit Tpe C: RSI Muslimat NU Ponorogo
Sekolah:  SMA NU 1 Gresik
Unit Ekonomi : BMT NU Ngasem Bojonegoro 

Utama :
Kategori Ranting NU: Kebonsari Candi Sidoarjo 
Kategori MWC NU: Cerme Bondowoso 
Kategori PCNU: 
1. Sidoarjo 
2. Gresik
3. Lamongan.

Selasa, 08 Mei 2018

RSI Siti Hajar Bangun Gedung Sembilan Lantai

Bupati Saiful Ilah bersama sejumlah tokoh menghadiri prosesi pemasangan tiang pancang pembangunan gedung baru RSI Siti Hajar kemarin.
Bunyi sirene serta pelepasan 99 balon udara menandai pembangunan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar kemarin (6/5). RS di Jalan Raden Patah itu tengah membangun gedung sembilan lantai berkonsep green building. Pembangunan gedung tersebut ditargetkan rampung awal tahun depan.
Prosesi pemasangan tiang pancang dihadiri Bupati Saiful Ilah, Wakapolresta Sidoarjo AKPB Pasma Royce, Sekretaris PC NU Sidoarjo Suwarno, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Ainun Jariyah, dan Direktur RSI Siti Hajar dr Hidayatullah Sp.S.
’’RSI Siti Hajar sudah berusia 55 tahun. Seiring dengan perkembangan kota dan penambahan penduduk, rumah sakit perlu menambah fasilitas,’’ kata dr Hidayatullah Sp.S.
Beberapa tahun lalu, lanjut dia, RSI Siti Hajar mendirikan gedung lima lantai untuk rawat inap, ICU, serta ruang operasi. Namun, tambahan fasilitas tersebut belum cukup. Karena itu, pihaknya memutuskan untuk membangun gedung baru. ’’Ini pembangunan tahap ke-8,’’ paparnya.
Gedung sembilan lantai itu nanti tidak hanya menyediakan kamar perawatan pasien. Tetapi, juga memiliki sejumlah fasilitas lain. Di antaranya, ruang rekam medis, fisioterapi, serta catheterization laboratory. ’’Lab itu berfungsi sebagai tempat operasi jantung dan otak,’’ jelas dr Hidayatullah Sp.S. Selain itu, gedung tersebut dilengkapi dengan sport dan fitness center. Fasilitas itu bisa digunakan untuk umum. ’’Pengantar pasien bisa berolahraga,’’ lanjutnya.
Sementara itu, Saiful Ilah mengatakan, perbaikan layanan kesehatan harus terus dilakukan. Saat ini seluruh rumah sakit berlomba menyediakan pelayanan terbaik kepada masyarakat. RSI Siti Hajar bisa membantu mengurangi kepadatan di RSUD Sidoarjo. ’’Karena itu, kami sangat mendukung pengembangan RSI Siti Hajar,’’ ungkapnya. sumber

Kamis, 08 Maret 2018

RSI Siti Hajar Akan Dirikan Gedung Tahap Delapan

Memasuki usia ke-55, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar akan membangun gedung tahap 8 terdiri 7 lantai di halaman parkir sebelah barat. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya.

"Ke depan, RSI Siti Hajar mempunyai program membangun gedung tahap 8. Di tahap ini ada 7 lantai. Lantai 1 untuk parkiran, lantai 2 untuk pelayanan, 3, 4, 5, dan 6 untuk rawat inap, sementara lantai 7 untuk lapangan olah raga," kata Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo dr H Hidayatullah, Sabtu (24/2).

Manajeman RSI Siti Hajar juga mencanangkan slogan Green and Smart Hospital. Hijau bernuansa NU, dan menerapkan sistem operasional yang rama lingkungan. Apalagi, saat ini RSI Siti Hajar meraih penghargaan pengelolah limbah terbaik se-Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan smart, rumah sakit cerdas yakni RSI Siti Hajar bakal menerapkan IT termasuk salah satunya pendaftaran online untuk pasien.

"Paradigma rumah sakit selama ini rumahnya orang sakit. Tetapi RSI Siti Hajar rumahnya orang sehat. Karena kami mencanangkan rumah sehat seperti mendirikan videotron, ruang pertemuan yang bisa digunakan oleh Banom NU dan pujasera. Meski banyak sekali prestasi dan pembangunan yang dilakukan rumah sakit, namun kami mengakui masih banyak kekurangan," terang dokter spesialis saraf itu.

Ia menjelaskan, RSI Siti Hajar setiap tahun mendapatkan penghargaan Zero Accident tingkat nasional yang terbaru pada Januari 2018 yang diberikan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) RI.

"Tahun 2019 kami upayakan dapat akreditasinya karena mulai Tahun 2014 RSI juga sudah menerima pasien BPJS (Jamkesmas). Apalagi mulai 2017 ada layanan klinik beda plastik, ortopedi, hemodealisa, trauma center, ruang operasi baru, alat operasi katarak terbaru," jelasnya.

Sementara obsesi yang belum terealisasi yakni pada pertengahan tahun ini bakal dibuka layanan jantung dan syaraf intervensi. Membina satu desa sehat serta memfasilitasi pembukaan poliklinik di setiap kecamatan.

"Jadi kalau terealisasi untuk pasang ring jantung tak perlu keluar negeri, cukup ke RSI ada ahli syaraf dan jantungnya. Oleh sebab itu kami mohon doa dari para kiai untuk pembangunan dan kemajuan RSI Siti Hajar Sidoarjo," pungkasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Rumah Sakit Islam Siti Hajar Luncurkan Aplikasi Porsi RSI Siti Hajar

Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar meluncurkan sebuah aplikasi daring bernama Porsi RSI Siti Hajar. Peluncuran itu dilakukan Direktur RSI Siti Hajar, dr H Hidayatullah didampingi Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Syaifuddin, Rais Syuriyah PCNU KH Rofiq Siraj, Ketua PCNU H Maskhun, Ketua DPRD Sidoarjo H Sulamul Hadi Nurmawan, serta Ketua Muslimat NU di halaman parkir rumah sakit setempat.

Peluncuran pendaftaran daring tersebut, akan memudahkan pasien yang ingin berobat. Pasalnya, mereka tinggal daftar lewat hand phone melalui aplikasi di Playstore Porsi Siti Hajar. Kalau sudah daftar daring, akan diketahui nomor urutnya, tidak perlu antri, bisa memilih dokter maupun jamnya sesuai keinginan pasien.

Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo dr H Hidayatullah mengatakan, dari tahun ke tahun, rumah sakit selalu berbenah untuk memperbaiki sistem pelayanan ke seluruh pasien. Di bidang teknologi informasi, RSI Siti Hajar akan menerapkan pendaftaran daring untuk pasien.

"Kita memanfaatkan para aktivitas muda NU yang mempunyai bakat di bidang information technology atau IT. Sayang kalau tidak dimanfaatkan," kata dr Dayat saat memberikan pemaparan pada acara hari lahir ke-55 RSI Siti Hajar Sidoarjo, Sabtu (24/2).

Sementara itu, dokter umum RSI Siti Hajar Sidoarjo dr Silvy Rahmah Yanthi mengaku, aplikasi tersebut sebetulnya sudah lama dirancang. Namun karena ada beberapa hal yang harus dilengkapi dan disiapkan, sehingga baru terwujud saat ini.

"Untuk penggunaannya sendiri, tertanggal 1 Maret sudah bisa digunakan. Jadi masyarakat bisa mendownload aplikasi tersebut di playstore mulai sekarang. Dan kalau bisa pada saat jam kerja. Karena nanti akan terkoneksi dengan sistem yang ada di rumah sakit," terang Silvy.

Melalui penggunaan aplikasi tersebut, diharapkan masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya bisa lebih mudah ketika hendak berobat maupun rawat inap di RSI Siti Hajar Sidoarjo. Karena tidak harus antri. Dari rumah sudah bisa mendapatkan nomor antrian.(Moh Kholidun/Ibnu Nawawi).