Minggu, 20 Agustus 2000

RSI Siti Hajar Sidoarjo Bekali Orang Tua Deteksi Tumbuh Kembang Anak

Sekitar 102 orang terdiri dari remaja hingga orang tua di Kabupaten Sidoarjo mendapatkan edukasi seputar deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang anak. Mereka mendapatkan edukasi dari dokter spesialis anak dr. Moersintowarti dan dokter spesialis THT dr. Prijanti, di ruang Darun Na'im lantai 3 Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Ahad (20/8).
 
Sebelum mendapatkan materi seputar deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang anak, para peserta diajak senam bersama dan diberikan contoh tata cara mencuci tangan yang baik. Dengan antusias, para peserta mengikuti dan menirukan gerakan tersebut.
 
Kepala marketing RSI Siti Hajar Sidoarjo, Riza Ahmadi Tohir mengatakan, seminar kesehatan yang bertajuk deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang anak ini untuk memberikan pemahaman kepada orang tua bagaimana merawat dan menjaga anaknya. Mengingat, selama ini masih ada orang tua yang belum mengetahui cara melakukan pendampingan kepada anaknya yang masih berusia balita hingga anak memasuki usia sekolah.
 
Menurutnya, narasumber yang dihadirkan sangat profesional dan berkualitas di bidangnya. Disinggung terkait tumbuh kembang anak dan THT, Riza menjelaskan bahwa antara satu dan lainnya saling berkaitan. Karena tumbuh kembang juga berpengaruh dengan THT.
 
"Semua dokter yang menjadi narasumber dari RSI Siti Hajar Sidoarjo. Sedangkan pesertanya masyarakat Sidoarjo dan sebagian sudah menjadi pasien dari dokter spesialis. Dengan adanya kegiatan ini kami berharap bisa mengedukasi masyarakat luas sekaligus mempromosikan Rumah Sakit Islam Siti Hajar bahwa saat ini sudah berkembang mulai dari segi pelayanan maupun segi spesialis," kata Riza.
 
Dokter spesialis anak, dr. Moersintowarti, menuturkan, tumbuh kembang anak yakni seorang anak yang ukuran dan kemampuannya bertambah. Untuk mengetahui tumbuh kembang anak yang optimal bisa dilihat dari fisis biologis seperti makanan, imunisasi. Imunisasi merupakan ikhtiar untuk mencegah penyakit. Anak juga perlu bermain dengan baik.
 
"Hal-hal penting dalam deteksi tumbuh kembang anak diantaranya memasang timbangan, mengukur tinggi badan dan lingkar kepala, menghitung umur anak dan lain sebagainya. Menciptakan rasa aman, nyaman, dilindungi, diperhatikan minatnya, keinginan, pendapat dan stimulasi juga sangat penting," ujar dr. Moersintowarti.

Salah satu peserta seminar kesehatan, Vivi Wahyuni (32) warga Kwadengan Sidoarjo mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Pihaknya mengakui bahwa sebelum mengikuti seminar banyak kebiasan yang salah dilakukan kepada anaknya. Seperti melarang anak untuk ini dan itu. Padahal menurut dokter, anak yang melakukan sesuatu hal itu merupakan reaksi dari proses pertumbuhannya dan tidak boleh dilarang, melainkan harus didampingi.

"Sekarang saya sudah tahu bagaimana melakukan pendampingan kepada anak. Ke depan akan saya rubah kebiasaan yang salah. Beberapa waktu lalu saya pernah melarang anak untuk main di luar rumah, karena saya khawatir terjadi apa-apa. Namun setelah mengikuti seminar ini, saya bertambah mengerti," aku ibu tiga anak itu. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)