Kamis, 01 Januari 2015

Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo Ke 52 dan Peresmian Gedung Tahap VII

Peresmian Gedung Tahap VII dan Peresmian Masjid Siti Hajar yang dibarengi dengan peringatan Harlah Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo ke 52 ini, dihadiri secara khusus Menteri Sosial dan Ketua Umum PP Muslimat NU Dra Hj Khofifah Indar Parawansah. 
Akhirnya Gedung Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo dengan lima lantai diresmikan, Sabtu 21 Pebruari 2015 Oleh Mentri Sosial dan Ketua PP Muslimat NU.Peresmian gedung tahap VII akan digunakan sebagai gedung rawat Inap VVIP, Perawatan Intensif, OK,VK Bersalin. 
Direktur RSI Siti Hajar dr H.Hidayatullah Sp.S dalam sambutannya menegaskan, peningkatan fasilitas rumah sakit ini melalui gedung tahap VII ini, merupakan cerminan kepercayaan masyarakat atas pelayanan rumah sakit. Adapun Kegiatan Harlah ke 52 Tahun RSI Siti Hajar Sidoarjo Mengadakan Kegiatan Sosial Yaitu Annual Checkup Bagi Para Kyai dan Warga sekitar,Khitanan Massal,Seminar Kesehatan ,Lomba Desain Baju Seragam antar Ruangan,Lomba Futsal antar Rumah Sakit,Lomba lagu Religi Islami, dan Lomba BLS dan Disaster APAR ( Alat Pemadam Api Ringan ).
Sebagai bentuk apresiasi kami kepada masyarakat khususnya Nahdliyin, Layanan kesehatan akan terus kita tingkatkan,” tuturnya. Ke depan, dalam waktu dekat rumah sakit Siti Hajar ini juga akan menyediakan fasilitas Hemodialisa atau fasilitas cuci darah bagi pasien gagal ginjal. 
Sementara itu dalam sambutan terpisah Menteri Sosial Dra Hj Khofifah Indar Parawansa menegaskan kebanggaannya, atas peresmian Rumah Sakit Islam Siti Hajar yang langsung diresmikan oleh pemiliknya yakni Muslimat NU Sidoarjo. 
Ketekunan Muslimat NU Sidoarjo dalam mengembangkan rumah sakit ini, patut diapresiasi dan sangat membanggakan,” tutur Ibu Khofifah.. Masih menurut Ibu Khofifah, keberadaan RSI Siti Hajar Sidoarjo saat ini, diakui sangat memiliki manfaat bagi warga Sidoarjo. 
RSI Siti Hajar didirikan diatas tanah 300-400 m2. Saat ini, RSI Siti Hajar Sidoarjo Milik Muslimat & PCNU Sidoarjo Awalnya memang dari BKIA, kemudian berubah jadi rumah sakit Ibu dan Anak . Perubahan dilakukan tepatnya tahun 1989, dari yayasan kesejahteraan muslimat, lalu dibentuk Yayasan Siti Hajar dan bekerjasama dengan NU,” kata Ketua Muslimat NU Sidoarjo, Ibu Hj Faridah Sahlah. Hal ini dibuktikan, dengan terus melajunya pembangunan gedung RSI ini untuk melayani kepentingan masyarakat. RSI Siti Hajar Sidoarjo ini memiliki faidah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat. Dan ini merupakan bukti pengelolahan manajemen yang cukup baik