Kamis, 01 Januari 2015

SCABIES atau dikenal dalam bahasa awam GUDIK



SCABIES atau dikenal dalam bahasa awam GUDIK
dr. Silvy Rahmah Yanthy

“Anak saya gatal-gatal dok, di tangan, kaki, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Temannya banyak dok yang juga terkena gatal yang sama, kan anak saya di asrama. Ini seperti gudik itu lho dok...nanti kering, muncul lagi... “
            Gudik, sudah banyak dikenal masyarakat. Suatu sakit gatal yang lumrah diderita saat di pondok  atau asrama. Penyakit kulit ini termasuk penyakit yang sulit ditangani secara total dan tingkat penularannya sangat tinggi. Hal ini dikarenakan pengabaian sakit kulit masih kerap dilakukan masyarakat, apalagi jika gatal yang dirasa masih bisa ditoleransi dan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari. Penatalaksanaan dan pencegahan yang kurang menyeluruh juga menjadikan gudik kerap kambuh lagi, lagi, dan lagi.
            Gudik, dalam bahasa medis disebut Scabies, yaitu penyakit kulit yang disebabkan oleh infestisasi dan sensitisasi sarcoptes scabiei var huminis dan produknya.


Ciri-ciri tungau sarcoptes scabiei ini adalah mempunyai bentuk pipih hampir bulat dan 8 kaki yang pendek, pipih, serta berukuran sangat kecil yaitu 300-600 miu. Tungau sarcoptes scabiei ini biasanya hidup pada lapisan epidermis kulit.
            Setiap orang dapat terjangkit sakit ini. Scabies ditemukan di seluruh dunia. Penyakit scabies ini sangat mudah menular, karena bisa menyebar atau menular melalui berbagai media, baik secara langsung yaitu bersentuhan langsung dengan penderitanya ataupun secara tidak langsung, yaitu melalui media baju, sprei, handuk, bantal, karpet, dan media lain-lainnya yang masih dihinggapi oleh kutu/ tungau sarcoptes scabiei ini. Namun perlu diketahui bahwa tungau ini bisa bertahan hidup tanpa kontak manusia hanya sekitar 48 sampai 72 jam saja. Namun jika sudah kontak dengan manusia bisa hidup sampai 2 bulan. Dan akan lebih bertahan lagi di tempat yang dingin dengan kepadatan manusia yang tinggi (pondok, asrama, kos-kosan).  
Jika sudah kontak dengan dengan tungau ini, maka dalam 3-6 minggu akan timbul gejala.


Gejala penyakit scabies
            Gejala yang timbul akibat penyakit scabies ini adalah adanya rasa gatal yang teramat sangat pada bagian kulit seperti sela-sela jari, siku, dan pantat. Seseorang yang menderita penyakit scabies ini pasti akan terganggu dalam melakukan segala aktivitas/ kegiatannya, karena rasa yang gatal ini akan memaksa penderita scabies untuk menggaruk kulit tersebut sehingga bisa menimbulkan luka serta infeksi yang mempunyai bau tidak enak/ anyir. Rasa yang sangat gatal tersebut diakibatkan karena kaki tungau (sarcoptes scabiei) yang bergerak-gerak dan membikin lubang dibawah permukaan kulit. Selain rasa gatal pada kulit gejala lain yang muncul adalah warna merah, iritasi,  gelembung kecil berair pada kulit yang umumnya sering terjadi pada sela-sela jari, pantat, dan daerah kemaluan. Gejala lainnya adalah adanya garis halus yang mempunyai warna kemerahan dibawah kulit, garis halus berwarna kemerahan ini merupakan terowongan yang dibuat oleh sarcoptes. Dokter pun biasanya juga akan memastikan bahwa itu penyakit scabies dengan melihat adanya terowongan bawah kulit serta adanya telur atau kutu sarcoptes saat dilakukan pemeriksaan pada kerokan kulit.

Penyebab penyakit scabies
Seseorang yang menderita penyakit scabies ini biasanya disebabkan karena kurangnya menjaga kebersihan, buruknya sanitasi, kekurangan gizi, dan keadaan lingkungan atau ruangan yang lembab dan kurang mendapatkan sinar matahari langsung. Penyakit scabies ini  bisa menular dengan sangat cepat dalam sebuah kelompok seperti keluarga dimana kelompok tersebut tinggal bersama dengan si penderita. Oleh karena itu dalam hal pengobatannya biasanya dilakukan secara menyeluruh pada semua orang yang berada pada satu lingkungan dengan si penderita tersebut. Jadi dilakukan pengobatan secara menyeluruh untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit scabies ini. Karena bila yang dilakukan adalah pengobatan secara individual maka ditakutkan penyakit scabies tersebut akan menular atau menyebar kembali pada individu-individu lainnya, dan pada akhirnya penyakit scabies ini akan sulit untuk dituntaskan.

Penatalaksanaan
1.      Salep topikal : permethrin, dioleskan di kulit mulai dari leher sampai kaki (seluruh tubuh) selama satu hari penuh dan baru dibasuh 8-14 jam setelah semalaman diberi salep. Diulang lagi setelah 1-2 minggu
2.   Obat minum : antibiotik dan anti histamin jika diperlukan

Pencegahan penyakit scabies
1.         Selalu menjaga kebersihan kuku, kulit dan badan  
2.        Selalu menggunakan pakaian, handuk, yang bersih dan tidak lembab 
3.        Selalu menjaga kebersihan tempat tidur seperti lebih sering mencuci sprei, sarung bantal, menjemur kasur dan bantal
4.       Selalu menjaga lingkungan tempat tinggal atau rumah agar selalu dalam keadaan bersih, tidak lembab dan  mendapat sinar matahari langsung yang cukup
5.        Pastikan yang sakit berobat, dan orang disekitarnya diobati juga
6.     Dilarang menggaruk karena telyr sarcoptes akan berada di sela kuku dan menjadi media penyebaran paling efektif