Selasa, 13 November 2001

PENGENALAN DAN PERAWATAN KESEHATAN GIGI PADA ANAK



PENGENALAN DAN PERAWATAN KESEHATAN GIGI PADA ANAK
Oleh : drg. Dini Safitri, M.Kes, Sp.KGA

Perawatan kesehatan gigi anak sejak dini penting karena anak-anak dalam masa tumbuh kembang. Kesehatan gigi sangat erat hubungannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak baik fisik maupun psikis. Kerusakan gigi merupakan masalah yang paling umum terjadi pada anak-anak dibandingkan penyakit gigi dan mulut lainnya. Walaupun gigi susu hanya bersifat sementara, namun kebersihan dan kesehatannya harus diperhatikan. Kehilangan dini gigi susu pada anak akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan wajah, tulang rahang dan oklusi gigi geligi, yang bararti kehilangan keseimbangan struktur, efisiensi pengunyahan dan keharmonisan wajah. Pada umunya kehilangan gigi pada anak terjadi karena gigi berlubang yang tidak dirawat atau dapat juga karena trauma.
Mempertahankan gigi susu agar selalu sehat tidaklah mudah, oleh karenanya perlu peran aktif orang tua. Peran orang tua sangat diperlukan dalam membimbing, memberikan perhatian, mengingatkan dan menyediakan fasilitas kepada anak agar dapat memelihara kebersihan gigi dan mulut. Pengetahuan orang tua merupakan modal penting dalam membentuk perilaku yang mendukung perawatan gigi dan mulut pada anak. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan membawa anaknya berkunjung ke dokter gigi, diharapkan dengan membiasakan anak melakukan pemeriksaan gigi secara rutin akan mengatasi rasa cemas dan ketakutan anak terhadap perawatan gigi dan mulut.
Kunjungan anak ke dokter gigi pada kali pertama sangatlah menentukan untuk motivasi perawatan gigi selanjutnya. Pada kunjungan pertama ini sebaiknya hanya untuk memperkenalkan pada anak bagaimana rasanya memeriksakan gigi dan memperlihatkan bahwa ini adalah pengalaman yang menyenangkan. Biasanya dokter gigi akan berusaha mengakrabkan diri dengan anak sebelum memeriksa gigi. Hal ini penting untuk menjalin ikatan dengan anak, agar anak dapat bekerjasama selama perawtan. Kemudian setelah anak mulai mengenal dokter gigi, perawatan ringan yang tidak menimbulkan rasa sakit akan diberikan agar timbul rasa percaa pada dokter gigi. Idelanya perawatan yang meliputi pencabutan atau preparasi dengan bor tidak dimulai pada kunjungan pertama, Sayangnya anak sering dibawa pertama kali ke dokter gigi dalam keadaan sakit. Sehingga prosedur pendahuluan yaitu memperkenalkan anak ke dokter gigi tidak mungkin dilakukan. Bagi orang dewasa bila ia merasa kurang senang pada suatu dokter gigi ia akan pergi ke dokter gigi lain, tetapi tidak demikian halnya dengan pasien anak. Sekali ia mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan akan sulit baginya untuk membangun kepercayaan terhadap dokter gigi.
Peran orang tua selanjutnya membersihkan gigi anak sedini mungkin, bahkan ketika masih berusia beberapa bulan saat gigi belum muncul. Dengan menggunakan kasa yang dililitkan pada jari telunjuk, gunakan untuk mengelap dan memijat gusi bayi dua kali sehari. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan mulut dan mebiasakan anak dengan perawtan mulut. Setelah gigi susu pertama muncul, gunakan sikat gigi halus dan air biasa untuk mnyikat gigi. Jangan menggunakan pasta gigi sampai anak bisa belajar untuk berkumur dan meludahkan busanya. Setelah itu gunakan sedikit saja dan harus tetap awasi penggunaannya. Aktivitas menyikat gigi anak sampai usia tujuh atau delapan tahun harus dimonitor orang tua, sampai anak mengetahui cara menikat gigi yang benar.
Pemberian Edukasi mengenai pentingnya perawatan kesehatan gigi sebaiknya diberikan kepada anak. Edukasikan pada anak untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Memberitahukan kepada anak makanan dan minumam apa saja yang dapat merusak gigi. Mengupayakan tidak terlalu sering mengkonsumsi makanan atau minuman tersebut. Anak juga sebaiknya diusahakan untuk menyukai sayuran dan buah-buahan yang dapat mendukung pertumbuhan tulang dan gigi anak. Orang tua perlu memeriksakan gigi anak ke dokter gigi sejak dini, yaitu mulai usia 2 tahun. Jangan hanya membawa anak ke dokter gigi karena ada keluhan. Anak sebaiknya dibawa kedokter gigi rutin 6 bulan sekali untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan gigi serta merawatnya jika diperlukan. Orang tua juga harus dapat aktif memeriksa gigi dan mulut anak seperti melihat adanya gigi yang berlubang atau gigi yang goyang.
Keberhasilan suatu perawatan di bidang kesehatan gigi anak ditentukan oleh banyak hal antara lain bimbingan orang tua terhadap anak dipengaruhi motivasi orang tua dalam menjaga kesehatan gigi. Serta kerjasama orangtua dan dokter gigi juga sangatlah penting dalam keberhasilan pengenalan dan perawatan gigi anak sejak dini.