Jumat, 02 Juni 2017

RAJIN BERPUASA, MEMBUAT OTAK KITA SEHAT



Sudah banyak tulisan atau diskusi yang membahas tentang manfaat puasa bagi kesehatan kita.  Beberapa manfa’at puasa bagi kesehatan kita, seperti :

·      Puasa menyehatkan alat pencernaan kita
·      Dengan berpuasa, dapat menormalkan kadar gula darah
·      Keseimbangan hormonal tubuh akan terjaga dengan berpuasa
·      Daya tahan tubuh meningkat, karena berpuasa dapat meningkatkan sel darah putih
·      Regenerasi sel bisa berlangsung dengan baik karena kita berpuasa
·      Serta banyak manfaat lain dari berpuasa yang sudah kita ketahui

Tetapi ada manfaat berpuasa yang jarang dibahas, yaitu manfaat puasa buat kesehatan otak manusia. Seperti kita ketahui, otak merupakan pusat memori, pusat regulasi hormon tubuh, mengatur gerakan tubuh, pusat sistem perasa (sensoris), bahkan di otaklah terdapat sistem yang bisa mempengaruhi tabiat dan mental kita, serta berbagai fungsi sangat penting lainnya dari otak.
Terkait begitu besarnya peranan otak dalam mengatur fungsi tubuh kita, maka kita harus senantiasa menjaga dan meningkatkan kesehatan otak, salah satunya dengan berpuasa. Apa saja manfaat puasa untuk kesehatan otak ?

  1. 1.      Puasa menjaga regenerasi sel saraf otak.
    Mekanismenya melalui peningkatan proses neuronal autophagy, yaitu proses dimana sel saraf (neuron) otak memakan sel saraf yang sudah tidak berguna dan me-recycle (mendaur ulang) sel-sel sampah, sehingga menimbulkan perbaikan terhadap sel saraf tersebut. Dengan meningkatnya proses neuronal autophagy, maka regenerasi sel otak akan terjaga dengan baik.
    2.      Puasa menjaga dan meningkatkan memori.
    Berbagai penelitian membuktikan, bahwa puasa dapat meningkatkan enzym BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor), yaitu suatu protein enzym yang banyak terdapat di bagian otak yang mengatur tentang memori, pembelajaran dan fungsi luhur manusia lainnya. Sehingga berpuasa dapat meningkatkan daya ingat, daya belajar dan fungsi luhur kita. Hal inilah yang menjelaskan, mengapa pada orang lanjut usia yang rajin berpuasa, maka tidak mudah pikun.
    3.      Puasa mencegah terjadinya stroke.
    Dengan berpuasa, maka kadar gula, kolesterol dan tekanan darah akan terjaga dengan baik, sehingga menurunkan resiko stroke. Puasa juga meningkatkan zat pelindung sel saraf, yaitu keton (keton bodies) dan menurunkan zat perusak sel saraf (inflammatory cytokines), sehingga sel saraf otak tidak mudah rusak karena stroke.
    4.      Puasa membuat kita tidak mudah depresi.
    Salah satu yang berkaitan dengan mudahnya seseorang mengalami depresi (stress) adalah karena rendahnya kadar enzym BDNF. Seperti dijelaskan di atas, berpuasa meningkatkan kadar BDNF, yang akan membuat kita tidak mudah depresi, sehingga akan meningkatkan kualitas hidup kita.


Marilah kita sambut dan kita jalani puasa Romadlon dengan semangat besar dan eforia demi ridlo Illahi, bukan hanya karena menjalankan kewajiban syar’i, namun juga untuk mencapai kesehatan yang paripurna.
Akhirul kalam, yuriidullohu bikumul yusro wa laa yuriidu bikumul ‘usr.
 



dr. H. Hidayatullah, Sp.S
Dokter Spesialis Saraf dan Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo