Jumat, 26 Oktober 2018

Pengenalan dan Perawatan Kesehatan Gigi Anak





Perawatan kesehatan gigi anak sejak dini penting karena anak-anak dalam taraf tumbuh kembang. Kesehatan gigi sangat erat hubungannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak baik fisik maupun psikis. Gigi yang tidak terawat akan menimbulkan rasa sakit menyebabkan anak malas untuk makan, sehingga dapat mengganggu pertumbuhan fisiknya. Padahal pada masa kanak-kanan sangat membutuhkan berbagai macam nutrisi, terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan. Estetik gigi berlubang, terutama gigi depan yang buruk juga mempengaruhi psikis anak, seperti anak menjadi lebih pemalu dan tidak percaya diri.
            Kerusakan gigi merupakan masalah yang paling umum terjadi pada anak-anak dibandingkan penyakit gigi lainnya. Walaupun gigi susu hanya bersifat sementara, namun kebersihan dan kesehatannya tetap harus diperhatikan. Salah satu fungsi gigi susu adalah sebagai panduan gigi tetap yang akan tumbuh. Keberadaannya sangatlah penting untuk mempertahankan ruangan sebelum digantikan oleh gigi tetap. Kehilangan dini gigi susu pada anak akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan wajah, tulang rahang dan oklusi gigi geligi, yang berarti kehilangan keseimbangan struktur, efisiensi pengunyahan dan keharmonisan wajah. Pada umumnya kehilangan gigi pada anak terjadi karena gigi berlubang yang tidak dirawat atau dapat juga karena trauma.
            Mempertahankan gigi susu agar selalu sehat tidaklah mudah, oleh karenanya perlu peran aktif orang tua. Peran orang tua sangat diperlukan dalam membimbing , memberikan perhatian, mengingatkan dan menyediakan fasilitas kepada anak agar dapat memelihara kebersihan gigi dan mulut. Pengetahuan orang tua merupakan modal penting dalam membentuk perilaku yang mendukung perawatan gigi dan mulut pada anak. Salah satu usaha yang dapat yang dapat dilakukan adalah dengan membawa anaknya berkunjung ke dokter gigi, diharapkan dengan membiasakan anak melakukan pemeriksaan gigi secara rutin akan mengatasi rasa cemas dan ketakutan anak terhadap perawatan gigi dan mulut.
            Kunjungan anak ke dokter gigi pada kali pertama sangatlah menentukan untuk motivasi perawatan gigi selanjutnya. Pada kunjungan pertama ini sebaiknya hanya untuk memperkenalkan pada anak bagaimana rasanya memeriksakan gigi dan memperlihatkan bahwa ini adalah pengalaman yang menyenangkan. Biasanya dokter gigi akan berusaha mengakrabkan diri dengan anak sebelum memeriksa gigi. Hal ini penting untuk menjalin ikatan dengan anak, agar anak dapat bekerjasama selama perawatan. Kemudian setelah anak mulai mengenal dokter gigi, perawatan ringan yang tidak menimbulkan rasa sakit akan diberikan agar timbul rasa percaya pada dokter gigi. Idealnya perawatan yang meliputi pencabutan atau preparasi dengan bor tidak dimulai pada kunjungan pertama, sayangnya anak sering dibawa pertama kali ke dokter gigi dalam keadaan sakit. Sehingga prosedur pendahuluan  yaitu memperkenalkan anak ke dokter gigi tidak mungkin dilakukan. Bagi orang dewasa bila ia merasa kurang senang pada satu dokter gigi ia akan pergi ke dokter gigi lain, tetapi tidak demikian halnya dengan pasien anak. Sekali ia mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan akan sulit baginya untuk membangun kepercayaan terhadap dokter gigi.
            Peran orang tua selanjutnya membersihkan gigi anak sedini mungkin, bahkan ketika masih berusia beberapa bulan saat gigi belum mulai muncul. Dengan menggunakan kasa yang dililitkan pada jari telunjuk, gunakan untuk mengelap dan memijat gusi bayi dua kali sehari. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan mulut dan membiasakan anak dengan perawatan mulut. Setelah gigi susu pertama muncul, gunakan sikat gigi halus dan air biasa untuk menyikat gigi. Jangan menggunakan pasta gigi sampai anak bisa belajar untuk berkumur dan meludahkan busanya, setelah itu gunakan sedikit saja dan harus tetap awasi peggunaannya. Aktivitas menyikat gigi anak sampai usia tujuh atau delapan tahun harus tetap dimonitor orang tua, sampai anak mengatahui cara menyikat gigi yang benar.
            Pemberian edukasi mengenai pentingnya perawatan kesehatan gigi sebaiknya diberikan kepada anak. Edukasikan pada anak untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari yaitu pagi setelahs arapan dan malam sebelum tidur. Memberitahukan pada anak makanan dan minuman apa saja yang dapat merusak gigi, mengupayakan tidak terlalu sering mengkonsumsi makanan atau minuman tersebut. Anak juga sebaiknya diusahakan untuk menyukai sayuran dan buah-buahan yang dapat mendukung pertumbuhan tulang dan gigi anak. Orang tua perlu memeriksakan gigi anak ke dokter gigi sejak dini, yaitu mulai usia 2 tahun. Jangan hanya membawa anak ke dokter gigi karena ada keluhan. Anak sebaiknya dibawa kedokter gigi rutin 6 bulan sekali untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan gigi serta merawatnya jika diperlukan. Orang tua juga harus dapat aktif memeriksa gigi dan mulut anak seperti melihat adanya gigi yang berlubang atau gigi yang goyang.
            Keberhasilan suatu perawatan dibidang kesehatan gigi anak ditentukan oleh banyak hal antara lain adanya bimbingan orang tua terhadap anak yang dipengaruhi motivasi orang tua dalam menjaga kesehatan gigi, serta kerjasama orang tua dan dokter gigi juga sangatlah penting dalam keberhasilan pengenalan dan perawatan gigi anak sejak dini.

                                                                                                                   
                                                                                                                     Dini Safitri, drg., Sp.KGA