Rabu, 07 November 2018

Memilih Produk Pemutih yang Aman Bagi Kulit


Oleh dr. Asmahani,Sp.KK

Kulit putih dan cerah masih menjadi dambaan para wanita di Asia, salah satunya juga di Indonesia. Kulit putih dan cerah sering berhubungan dengan simbol kecantikan, kesehatan, kesejahteraan, dan status sosial. Media juga mempunyai peranan penting dalam hal ini, banyak sekali iklan produk memakai model dengan kulit putih bersih, sehingga banyak wanita mempunyai harapan memiliki kulit putih dan bersih seperti model. Sebagai ras Asia dengan daerah yang memiliki curah matahari tinggi, kulit orang Indonesia cenderung berwarna kecoklatan, ini dapat disebabkan dari faktor genetik maupun respon terhadap paparan sinar matahari. Pada orang dengan kulit gelap didapatkan pigmen melanin yang lebih banyak daripada orang dengan kulit cerah. Melanin dihasilkan oleh sel melanosit yang terdapat di lapisan kulit basal, ketika terpapar sinar matahari, melanosit akan lebih banyak menghasilkan melanin yang akan didistribusikan ke sel-sel kulit yang sekaligus berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari. Pigmen melanin yang semakin banyak tersebut membuat kulit lebih gelap. Jadi pigmen melanin pada kulit gelap selain menandakan bahwa kita sering terpapar sinar matahari juga akan melindungi dari sinar matahari.
Banyak sekali produk-produk pemutih yang beredar di pasaran secara resmi maupun tidak resmi. Penting bagi kita untuk memilih produk yang aman bagi kulit, sebaiknya pilihlah produk yang memiliki ijin resmi, hindari produk tidak jelas apalagi berharga murah dengan embel-embel menjanjikan hasil secara cepat dan instan. Kulit yang cerah dan sehat tidak akan berlangsung secara cepat dan instan.
Produk kosmetik untuk mencerahkan kulit dapat berupa krim, lotion, sabun, maupun melalui injeksi. Pemilihan produk yang salah dapat berakibat kulit semakin gelap, muncul flek hitam, menipis, dan kering.  Contoh bahan kosmetik yang berbahaya bukan saja mempunyai efek pada kulit juga bagi organ tubuh yaitu merkuri. Merkuri sudah di larang sebagai bahan pemutih di Indonesia, namun masih banyak ditemui pada produk-produk kosmetik pemutih yang tidak resmi. Dahulu merkuri digunakan untuk mencerahkan kulit karena menghambat pembentukan melanin, namun kemudian diketahui penggunaan merkuri dalam jangka waktu lama dapat membuat kulit dan kuku semakin hitam karena merkuri tersimpan dalam lapisan kulit atas dan rambut. Selain itu karena merkuri dapat diserap tubuh melalui kulit, kelenjar keringat, kelenjar minyak sehingga  menyebabkan gangguan ginjal, gangguan saraf, bahkan melalui plasenta sehingga dapat berpengaruh ke janin.
Jenis bahan produk pemutih kulit dibedakan menjadi bahan yang bisa dibeli bebas dan harus dengan pengawasan dokter. Biasanya produk pemutih yang dibeli bebas dipasaran mengandung berbagai macam antioksidan maupun bahan alami dari ekstrak tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Bahan-bahan ini tidak menyebabkan efek samping, ringan, namun dapat membuat kulit lebih cerah. Contohnya yaitu vitamin C, vitamin E, vitamin B3, ekstrak akar Glycyrrhiza alba, ekstrak akar Morus alba, ekstrak licorice, ekstrak kedelai dan ekstrak aloevera. Vitamin C, vitamin E dan vitamin B3 merupakan antioksidan yang dapat menghambat pembentukan melanin, menghilangkan sel kulit mati, melembabkan kulit,  serta dapat melindungi kulit dari sinar matahari. Ekstrak akar Glycyrrhiza alba, ekstrak licorice, ekstrak kedelai, ekstrak aloevera, ekstrak akar Morus alba berfungsi menghambat pembentukan melanin, anti radang, dengan efek samping yang rendah.
Bahan pemutih yang harus dengan pengwasan dokter biasanya lebih keras dan menimbulkan efek samping jika digunakan tidak sesuai aturan. Produk-produk tersebut biasanya mengandung Alpha Hidroxy acid (AHA), tretinoin, salicylic acid, kojic acid, retinol, azelaic acid, arbutin, glycolic acid, hydroquinon dll. Beberapa fungsi dari bahan-bahan tersebut yaitu mempercepat regenerasi kulit, menghambat pembentukan melanin, maupun menghancurkan melanin secara langsung sehingga sehingga kulit nampak lebih cerah. Akan tetapi beberapa penggunaan pada pasien tertentu bahan-bahan ini dapat menyebabkan iritasi maupun alergi dengan gejala kemerahan, terasa panas, gatal, maupun kulit mengelupas, sehingga penggunaannya harus dengan pengawasan dokter.
Dalam penggunaan bahan pemutih apapun, yang wajib kita gunakan adalah tabir surya. Penggunaan tabir surya akan melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV). Sinar UV terdiri dari sinar UV A dan UV B. UV A akan memicu sel kulit memproduksi melanin sehingga kulit akan terlindung dari sinar UV, akan tetapi kulit menjadi semakin gelap. Sedangkan UV B akan membuat kulit menjadi radang sehingga beresiko terjadi kanker kulit. Jadi pemilihan tabir surya sebaiknya bukan hanya dapat melindungi dari sinar UV A namun juga dapat melindungi dari sinar UVB. Pada beberapa tabir surya biasanya juga ditambahkan antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, maupun vitamin B3, sehingga kulit lebih terlindungi juga menjadi lebih cerah.