Rabu, 18 Mei 2016

PUSING BERPUTAR ATAU VERTIGO



   Hampir semua orang pernah merasakan pusing berputar atau mumet atau nggliyeng. Keluhan pusing ini bersama dengan keluhan nyeri kepala, merupakan keluhan yang paling sering dikemukakan oleh pasien ke dokter. Dan biasanya orang yang menderita pusing ini akan mendiamkannya dengan beristirahat atau minum obat yang dijual bebas.
            Lalu bagaimana jika rasa pusing berputar itu berlangsung lama dan membuat penderita sulit berjalan ? Bahkan, penderita merasakan dunia berputar-putar dan tubuh seakan-akan mau ambruk. Dalam kondisi tersebut, istirahat saja atau obat pusing  biasa, tak mempan lagi untuk mengatasinya. 
            Hal itulah yang dirasakan oleh Mita, 33 tahun, seorang pimpinan di suatu institusi swasta. Menurut ibu dua anak ini, keluhan pusing ini sudah sering menghinggapinya semenjak 5 tahun ini. Terutama bila mendapat tekanan kerja tinggi.
            Keluhan seperti ini juga sering dirasakan oleh Nizar. Remaja berusia 18 tahun ini, terserang pusing bila naik mobil, terutama duduk di kursi belakang. Bahkan keluhannya disertai dengan keringat dingin dan muntah-muntah.
            Sebenarnya apa itu pusing berputar ? Dan apa saja penyebabnya ? Pusing berputar atau dalam istilah medis disebut vertigo, suatu istilah dalam bahasa Latin, vertere yang artinya memutar. Secara definitif, vertigo bermakna sensasi gerak atau keluhan subyektif dalam bentuk rasa berputar tubuh/kepala terhadap lingkungan sekitarnya, yang disebabkan gangguan keseimbangan tubuh oleh berbagai keadaan atau penyakit, hingga orang merasa pusing dan berputar-putar walaupun tubuhnya tak bergerak. Sehingga vertigo termasuk gangguan yang mudah terdeteksi. Bila ada seseorang merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar, atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak dan berputar, sementara tidak terjadi apa-apa di sekitarnya, berarti orang tersebut sedang diserang vertigo.
Ada kesalahan persepsi dalam masyarakat, sebagian berpandangan bahwa vertigo adalah diagnosa suatu penyakit. Sebenarnya vertigo bukanlah suatu diagnosa penyakit, tapi suatu gejala dari penyakit yang bisa disebabkan beberapa faktor. Sebelumnya, mitos dan kepercayaan masyarakat sangat berperan, bahwa vertigo diakibatkan, semisal, akibat roh jahat, pengaruh setan, perut kosong, perut kekenyangan, goncangan isi perut, perubahan aliran darah dan sebagainya.
Vertigo terdiri dari 2 jenis, yatu vertigo perifer dan vertigo sentral. Vertigo perifer disebabkan karena kelainan di alat keseimbangan tubuh manusia yang terdapat di organ mata (retina), di dalam telinga (canalis semisirkularis) dan di tendon/sendi serta di sepanjang tulang belakang (reseptor proprioseptik). Sedangkan vertigo sentral disebabkan karena kelainan di batang otak (brain stem) dan di otak kecil (cerebellum). Diantara sebab-sebab tersebut, yang paling sering ditemui oleh dokter spesialis saraf adalah karena kelainan di telinga. Sehingga pada penderita yang mempunyai keluhan pendengaran, seperti pendengaran turun, nyeri telinga bagian dalam, bunyi grebeg-grebeg, biasanya akan disertai keluhan pusing berputar ini.
Yang juga sering menyebabkan timbulnya vertigo perifer adalah mabuk gerakan (motion sickness) atau mabuk kendaraan (darat, laut, udara). Hal ini dikarenakan, adanya rangsangan gerakan yang aneh atau asing bagi dirinya, sehingga memicu ketidakseimbangan saraf otonom. Beruntunglah manusia karena dikaruniai alat keseimbangan tubuh yang mudah dilatih untuk beradaptasi dengan pengaruh lingkungan (kendaraan) yang baru, sehingga gangguan vertigo tidak berkepanjangan dan dapat dihilangkan dengan melatihnya.
Bukan hanya itu, penggunaan obat dan zat kimia yang menyebabkan saraf keseimbangan menjadi rusak juga bisa menyebabkan seseorang terserang vertigo. Orang yang sering mengonsumsi alkohol, meskipun dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan vertigo.
Sedangkan kelainan penyebab vertigo sentral antara lain adalah stroke perdarahan (hemorrhagic) maupun stroke penyumbatan (trombotik), tumor otak, trauma kepala dan juga akibat alkohol atau narkoba.
Vertigo ini biasanya disertai juga dengan keluhan-keluhan atau gejala lain, seperti keringat dingin, mual, muntah serta gangguan bola mata. Dikarenakan pusing berputar yang sangat, penderita biasanya akan diserang kecemasan dan kepanikan juga, bahkan sampai sulit berdiri. Serangan vertigo ringan, bisa dihilangkan dengan beristirahat sejenak.
Yang harus dilakukan oleh seseorang yang terserang vertigo adalah, berusaha tidak panik, beristirahat dari segala aktivitas, minum obat serta segera periksa ke dokter spesialis saraf. Dokter akan memberikan obat penghilang pusing dan mual, serta obat-obatan yang bisa meningkatkan daya adaptasi tubuh terhadap gangguan keseimbangan. Kemudian untuk penderita vertigo perifer, akan diajari gerakan-gerakan untuk melatih adaptasi, dan yang pasti harus dihilangkan penyakit yang menyebabkan gangguan keseimbangan tubuh tersebut. 

dr. H. Hidayatullah, Sp.S
Dokter Spesialis Saraf dan Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo