Sabtu, 01 November 2014

Penyebab Batuk


Batuk adalah salah satu keluhan yang paling sering ditemui di fasilitas pelayanan kesehatan. Seringkali seseorang terkena batuk yang disertai dengan demam dan juga flu. Batuk itu sendiri merupakan salah satu system pertahanan tubuh yaitu dari system pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Ini sebenarnya merupakan reaksi normal dan berfungsi melindungi tubuh kita. Tubuh kita menganggap bahwa reaksi peradangan di tenggorokan serta saluran pernapasan kita sebagai kondisi yang asing dan batuk merupakan salah satu mekanisme untuk pertahanannya.
       Ada beberapa kategori batuk yaitu berdasarkan waktunya dan berdasarkan produktivitasnya. Berdasarkan waktunya, batuk ada dua jenis yaitu batuk akut dan kronis. Batuk akut adalah batuk yang terjadi selama kurang dari tiga minggu dan biasanya disebabkan oleh infeksi atau alergi.
Batuk kronis adalah batuk yang terjadi selama tiga sampai delapan minggu. Batuk kronis biasanya disebabkan oleh penyakit paru kronis, alergi dan  refluksgastroesofageal. Sedangkan berdasarkan produktivitasnya, dikenal ada dua jenis batuk, yaitu batuk produktif yakni batuk yang berdahak dan batuk kering / non-produktif yakni batuk tidak berdahak. Batuk berdahak tidak boleh ditekan karena fungsi sebenarnya adalah untuk membersihkan saluran nafas. Berikut ini adalah beberapa penyebab batuk:

1. Infeksi.
Infeksi pada saluran nafas bagian atas maupun paru-paru biasanya disebabkan oleh virus dan bakteri. Sebagai reaksi pertahanan dari saluran nafas terhadap infeksi, muncullah batuk. Batuk yang disebabkan virus dan bakteri umumnya juga disertai keluhan demam dan flu.

2. Alergi
Batuk yang disebabkan oleh alergi biasanya bersifat kambuh-kambuhan terutama jika tubuh sedang terpapar oleh allergen tertentu. Batuk karena alergi jarang disertai demam dan penanganan utamanya adalah menghindari penyebab alergi. Obat-obat yang diberikan biasanya hanya sesuai gejala serta untuk anti-alergi.

3.      Penyakit paru kronis atau menahun
Yang termasuk dalam penyakit paru menahun adalah seperti asma dan bronchitis kronis. Batuk karena penyakit paru menahun seringkali bersifat produktif atau berdahak dan dapat menimbulkan sesak. Pada pasien-pasien dengan penyakit paru menahun sebaiknya rutin berkonsultasi/control kedokter.

4.      Obat-obatan
Obat darah tinggi seperti golongan ACE-inhibitor juga dapat menimbulkan efek samping yaitu batuk. Sebaiknya Anda berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter jika mengalami batuk yang disebabkan oleh efek samping obat-obatan seperti ACE-inhibitor.

      Batuk biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah system kekebalan tubuh kita memusnahkan mikroorganisme penyebab batuk. Obat batuk dapat digolongkan menjadi obat batuk yang bersifat antitusif dan ekspektoran. Obat batuk antitusif artinya obat tersebut mekanisme kerjanya menekan reflex batuk yang ada di otak. Obat batuk yang bersifat antitusif diberikan pada batuk non-produktif atau batuk kering. Sedangkan obat ekspektoran berfungsi untuk membantu mengeluarkan dahak dan diberrikan pada kondisi batuk berdahak. Antibiotik diberikan jika penyebab batuk diduga karena infeksi bakteri. Sebelum meminum obat batuk sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
        Kapan harus berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter? Jika anda batuk dan masih belum juga sembuh selama lebih dari dua minggu atau jika batuk bertambah parah, segeralah menemui dokter terdekat. Begitu juga jika anda batuk hingga menyebabkan sesak nafas, nyeri dada atau bahkan batuk disertai dengan darah, segera konsultasikan kepada dokter. (dr.Vanisia Hayu Firdhayanti)